Catatan: Bahan tercantum dalam daftar bahan kimia terbatas
EC/CAS
64742-49-0
Nama bahan kimia
Naphtha (petroleum), hydrotreated light
Konsentrasi
70-80
EC/CAS
64741-66-8
Nama bahan kimia
Naphtha (petroleum), light alkylate
Konsentrasi
10-20
EC/CAS
124-38-9
Nama bahan kimia
Carbon dioxide CO2
Konsentrasi
1-5
General Information
A. Nama produk
berdasarkan
1.3 Sinonim:
Tidak ada informasi tambahan
pemasok
WD-40 Company
Nomor Telepon Darurat 24 Jam
1-888-324-7596
Icons in SDS
Company Information
perusahaan
WD-40 Company
GHS Information
Kata sinyal
Berbahaya
Hazard Codes
Pernyataan bahaya (CLP)
H222, H229, H304, H315, H336, H410
Pernyataan bahaya
Kode
Pernyataan
H222
Extremely flammable aerosol
Section 2
Bagian ii - identifikasi risiko
2.1 Klasifikasi zat atau campuran regulasi (ec) no. 1272/2008 (clp)
Aerosol, mudah menyala, Kategori 1 Bahaya aspirasi, Kategori 1 Iritasi kulit, Kategori 2 Toksisitas terhadap target organ spesifik (STOT) paparan tunggal Kategori 3 (Efek sistem syaraf) Bahaya terhadap lingkungan perairan – toksisitas akut, Kategori 1 Bahaya terhadap lingkungan perairan – toksisitas kronis, Kategori 1
Bahaya aspirasi
Kategori 1 Iritasi kulit, Kategori 2 Toksisitas terhadap target organ spesifik (STOT) paparan tunggal Kategori 3 (Efek sistem syaraf) Bahaya terhadap lingkungan perairan – toksisitas akut, Kategori 1 Bahaya terhadap lingkungan perairan – toksisitas kronis, Kategori 1
Kata sinyal
Berbahaya
Pernyataan bahaya
H222 – Aerosol yang sangat mudah menyala. : H229 – Wadah bertekanan: Bisa meledak bila dipanaskan. : H304 – Dapat berakibat fatal jika tertelan dan masuk ke dalam saluran pernafasan. : H315 – Menyebabkan iritasi kulit. : H336 – Dapat menyebabkan kantuk dan pusing. : H410 – Sangat toksik terhadap lingkungan perairan dengan efek jangka panjang.
Pencegahan
P210 – Jauhkan dari panas/percikan/nyala api yang terbuka /permukaan yang panas – dilarang merokok. : P211 – Jangan semprotkan ke nyala api terbuka atau sumber nyala lainnya. : P251 – Wadah bertekanan : Jangan ditusuk atau dibakar, bahkan sesudah selesai digunakan. : P261 – Hindari menghirup uap/ kabut. : P264 – Basuh dengan seksama menggunakan air dan sabun sesudah menangani bahan. : P271 – Gunakan hanya diluar ruangan atau diarea dengan ventilasi yang baik. : P273 – Hindarkan pelepasan ke lingkungan. : P280 – Gunakan sarung tangan pelindung. Respon/Tindakan : P301+P310 – Jika tertelan: Segera hubungi pusat keracunan/dokter. : P331 – Jangan dipaksa untuk muntah. : P302+P352 – Jika terkena kulit: Basuh dengan banyak sabun dan air. : P332+P313 – Jika terjadi iritasi kulit: Dapatkan nasehat/perawatan medis. : P362+P364 – Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan cucilah sebelum memakainya kembali. : P304+P340 – Jika terhirup: pindahkan korban ke tempat dengan udara segar dan nyaman untuk bernafas. : P312 – Hubungi tenaga medis/dokter. Jika anda merasa kurang sehat. : P391 – Kumpulkan tumpahan.
Penyimpanan
P403+P233 – Simpan dalam tempat berventilasi baik. Jaga wadah tertutup rapat. : P405 – Simpan dalam tempat terkunci. : P410+P412 – Lindungi dari cahaya matahari. Jangan paparkan pada suhu melebihi 50 °C/ 122 °F.
Pembuangan
P501 – Buanglah isi dan wadahnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bahaya lain yang tidak memberikan kontribusi untuk klasifikasi : Tidak ada informasi yang tersedia 3. Komposisi/Informasi tentang Bahan Penyusun Senyawa Tunggal Komponen CAS number Kadar (% berat) Heptana 64742-49-0 70-80 142-82-5 Hidrokarbon Isoparafin 64741-66-8 10-20 2,2,4-Trimetilpentana (komponen 540-84-1 <20 Isoparafin) Karbon Dioksida 124-38-9 1-5 4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Uraian langkah pertolongan pertama yang diperlukan