Catatan: Bahan tercantum dalam daftar bahan kimia terbatas
EC/CAS
552-30-7
Nama bahan kimia
Benzene-1,2,4-tricarboxylic acid 1,2 anhydride
Konsentrasi
20-<25 0.1-<0.3
General Information
Revisi tanggal
2018-04-04
A. Nama produk
ENVIROCRON (RG) HYBRID PRIMER BLACK
1.3 Sinonim:
Tidak tersedia
Penggunaan yang relevan
Pelapisan. Cat. Bahan terkait-pengecatan Data rinci mengenai PT.PPG INDONESIA, CIMB Niaga Building – Lippo Cikarang, Jalan MH. Thamrin
pemasok
Kav.107
Nomor Telepon Darurat 24 Jam
001-803-017-9114
Icons in SDS
Company Information
perusahaan
Kav.107
GHS Information
Kata sinyal
Berbahaya
Hazard Codes
Pernyataan bahaya (CLP)
H320, H334
Pernyataan bahaya
Kode
Pernyataan
H320
Causes eye irritation
Section 2
Bagian ii - identifikasi risiko
2.1 Klasifikasi zat atau campuran regulasi (ec) no. 1272/2008 (clp)
KERUSAKAN MATA SERIUS/IRITASI PADA MATA - Kategori 2B (senyawa / campuran) SENSITISASI SALURAN PERNAFASAN - Kategori 1 Persentase campuran yang terdiri dari bahan/bahan-bahan dengan toksisitas yang tidak diketahui: 74.9% (mulut), 74.9% (kulit), 74.9% (Penghirupan) Persentase campuran yang terdiri dari bahan/bahan-bahan bahaya terhadap lingkungan akuatik yang tidak diketahui: 96%
Kata sinyal
Berbahaya
Pernyataan bahaya
Menyebabkan iritasi mata pada mata. Dapat menyebabkan alergi atau gejala asma atau kesulitan bernafas bila terhirup.
Pencegahan
Kenakan pelindung pernapasan. Hindari menghirup debu. Cuci tangan dengan bersih setelah penanganan.
Tanggapan
JIKA TERHIRUP: Pindahkan korban ke udara segar dan menjaga nyaman untuk bernafas. Jika mengalami gejala gangguan pernafasan: Hubungi Pusat Penanggulangan Keracunan atau tenaga medis. JIKA TERKENA MATA: Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepaskan lensa kontak jika memakainya dan mudah dilakukan. Lanjutkan membilas. Jika iritasi mata berlanjut: Dapatkan nasihat medis.
Penyimpanan
Tidak berlaku.
Pembuangan
Buang isi dan wadah sesuai dengan peraturan lokal, regional, nasional dan internasional. Bahaya lain di luar yang berperan dalam klasifikasi : Dapat membentuk campuran debu-udara yang dapat meledak jika disebarkan. Penanganan dan/atau pengolahan bahan ini bisa menimbulkan debu yang dapat menyebabkan iritasi mekanis pada mata, kulit, hidung dan tenggorokan.