Propylene

PT PERTAMINA (PERSERO)

SDS Library

Move your SDS library online today

Check Icon
Setup – Easy setup with our database of 16 million+ SDSs
Check Icon
Up-to-date – Your SDS get updated to latest versions.
Check Icon
Employee access – Tablets, Smartphones, or link from Corporate Intranet
Check Icon
Safety – One-click access to first aid information.
Check Icon
Labels – Generate Secondary Container Labels with just one click.
GHS02 GHS04
Health risk rating 1
Safety risk rating 4
Environmental risk rating 1

General Information

A. Nama produk

Propylene

1.3 Sinonim:

Propene

Kegunaan yang relevan

ethyl hexanol, normal butanol dan iso butanol

Icons in SDS

GHS02 GHS04

Company Information

syarikat

PT PERTAMINA (PERSERO)

e-mel

pcc@pertamina.com

GHS Information

Signal word

Bahaya

Hazard Codes

Hazard statements (CLP)

H220, H280

Hazard statements

Code

Statements

H220

Extremely flammable gas

Section 2

2.1 Pengelasan ghs

Produk Gas mudah menyala, kategori 1 Gas bertekanan Kata Sinyal

Penyataan bahaya

Fisik H220 - Gas sangat mudah menyala. H280 - Berisi gas bertekanan; dapat meledak jika dipanaskan. Pernyataan kehati-hatian

Pencegahan

P210 - Jauhkan dari panas/percikan/api terbuka /permukaan yang panas. - Dilarang merokok. Respons P377 - Kebakaran gas yang bocor: Jangan padamkan kecuali kebocoran dapat dihentikan dengan aman. P381 - Eliminasi semua sumber api jika aman untuk dilakukan.

Penyimpanan

P403 - Simpan di tempat berventilasi baik.

2.3 Bahaya lain - tiada

Bahaya lain tidak berkontribusi pada klasifikasi : Kontak dengan cairan dapat menyebabkan cold burn / frostbite. 3. KOMPOSISI/INFORMASI TENTANG BAHAN PENYUSUN Nama Kimia CAS No. Konsentrasi (%) Propene 115-07-1 >99.6 Impuritis (C1, C2, C4, CO, CO2, - <0.4 Water content, Total Sulfur) 4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN Uraian Langkah:  Kontak Mata Segera basuh dengan air hangat selama kurang lebih 15 menit. Tahan kelopak mata agar terbuka dan jauhkan dari bola mata untuk memastikan bahwa seluruh permukan telah dibasuh. Kontak ophthalmologist segera. Cari pertolongan medis segera.  Kontak Kulit Cairan dapat menyebabkan frostbite. Untuk pajanan terhadap cairan, segera hangatkan area frostbite dengan air hangat tidak lebih dari 105°F (41°C). Suhu air sebaiknya dapat ditoleransi oleh kulit normal. Pertahankan penghangatan kulit kurang lebih selama 15 menit atau hingga warna dan sensasi normal telah kembali pada area yang terpajan. Pada kasus pajanan yang besar, lepaskan pakaian dan mandi dengan air hangat. Cari pertolongan medis dan obati secepatnya.  Terhirup Pindahkan korban pada area yang tidak terkontaminasi menggunakan Self Contained Breathing Apparatus. Jaga korban tetap hangat dan terbaring. Hubungi dokter. Beri napas buatan jika napas berhenti  Tertelan Ingesti tidak dipertimbangkan sebagai rute potensi pajanan. Kumpulan gejala atau efek Pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan asfiksia. penting (akut atau kronis) Gejala dapat berupa hilangnya mobilitas atau kesadaran. Korban mungkin tidak sadar adanya asfiksia. Pada konsentrasi rendah dapat menyebabkan efek narkotik. Gejala berupa pusing, sakit kepala, nausesa, dan hilangnya koordinasi. Indikasi yang memerlukan Rekomendasi untuk dokter: Sediakan oksigen. bantuan medis atau khusus 5. TINDAKAN PEMADAMAN KEBAKARAN Media pemadaman yang Karbon dioksida, dry chemical, water spray atau fog sesuai Media pemadaman yang Data tidak tersedia tidak sesuai Spesifik yang diakibatkan bahan kimia tersebut  Bahaya kebakaran Gas sangat mudah terbakar. Jika gas yang bocor menangkap api, jangan padamkan api. Uap yang mudah terbakar dapat menyebar dari kebocoran, membentuk bahaya reignisi eksplosif. Uap dapat tersulut oleh lampu pilot, nyala lain, rokok, percikan, pemanas, peralatan listrik, listrik statis, atau sumber ignisi lainnya pada lokasi 5. TINDAKAN PEMADAMAN KEBAKARAN tidak jauh dari titik penanganan produk. Atmosfer eksplosif dapat tetap tinggal. Sebelum masuk ke area, khususnya area terbatas, cek atmosfer dengan peralatan yang sesuai.  Bahaya ledakan Gas sangat mudah terbakar. Membentuk campuran eksplosif dengan udara dan agen pengoksidasi Titik nyala -107.8 °C (-162°F) Batas bahan terbakar 2 - 11.1 (Flammability limit) Dekomposisi bahan Dekomposisi termal atau pembakaran dapat berbahaya menghasilkan karbon monoksida, karbon dioksida, dan hidrogen. Proses pengelasan dan pemotongan dapat mmbentuk produk reaksi seperti karbon monoksida dan karbon dioksida. Produk dekomposisi lain pada operasi normal berasal dari penguapan, reaksi, atau oksidasi pada material yang sedang dikerjakan. Prosedur pemadaman a. Karbon dioksida Semprotkan pada pangkal api searah dengan angin. b. Dry chemical Semprotkan pada pangkal api searah dengan angin. c. Water spray atau fog Semprotkan pada pangkal api searah dengan angin. Alat pelindung khusus untuk Peralatan normal untuk pemadam kebakaran terdiri dari pemadam kebakaran SCBA kombinasi dengan fire kit. Peralatan dan pakaian sesuai dengan standar berlaku dapat memberikan tingkat proteksi yang sesuai untuk pemadam kebakaran. 6. TATA CARA PENANGGULANGAN TUMPAHAN DAN KEBOCORAN Langkah-langkah Gunakan SCBA ketika masuk ke area kecuali jika atmosfer pencegahan diri, alat terbukti aman. Pastikan ventilasi udara memadai. pelindung dan prosedur Evakuasi area. Eliminasi sumber ignisi. Pertimbangkan tanggap darurat risiko atmosfer eksplosif yang potensial. Cegah masuk ke saluran pembuangan, ruang bawah tanah dan area kerja, atau tempatlain dimana akumulasinya dapat berbahaya. Langkah-langkah Coba untuk hentikan tumpahan. pencegahan bagi lingkungan Catatan Prosedur Laporkan terjadinya tumpahan sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditentukan. Jika terjadi tumpahan yang diperkirakan dapat memasuki saluran air ataupun daerah aliran sungai, segera laporkan kepada petugas yang berwenang. Metode dan bahan untuk Segera kontak personel terkait. Hentikan tumpahan penangkalan (containment) tanpa risiko. Gunakan peralatan tahan percikan dan dan pembersihan tahan ledakan. 6. TATA CARA PENANGGULANGAN TUMPAHAN DAN KEBOCORAN Ventilasi area. Evakuasi area dan jauhkan dari sumber ignisi sampai tumpahan cairan menguap. 7. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN Langkah-langkah Material harus ditangani sesuai dengan higiene industri pencegahan untuk dan prosedur keselamatan yang baik. Gunakan hanya penanganan yang aman peralatan spesifik yang sesuai dengan produk ini, tekanan pasokan dan suhu. Perhatikan pernyataan kehati-hatian terhadap pelepasan statis. Bersihkan udara dari sistem sebelum melepaskan gas. Jauhkan dari sumber ignisi (termasuk listrik statis). Dilarang merokok ketika menangani produk. Nilai risiko potensi atmoser eksplosif dan kebutuhan peralatan tahan ledakan. Pertimbangkan penggunakan peralatan yang tidak menghasilkan percikan. Pastikan sistem gas lengkap telah dicek kebocorannya sebelum digunakan. Hindari pengisap air, asam, dan alkali. Jauhkan dari api, percikan, dan permukaan panas. Dilarang merokok di dekat area dimana material disimpan atau ditangani. Produk sebaiknya disimpan dan ditangani pada area klasifikasi listrik aman secara intrinsik. Cairan hidrokarbon termasuk produk ini dapat bertindak sebagai cairan mudah menyala non konduktif (atau akumulator statis) dan dapat membentuk campuran uap-udara mudah terbakar pada tangki penyimpanan atau kontainer lainnya. Kondisi untuk penyimpanan Simpan hanya pada suhu yang tidak melebihi 125°F yang aman dan (52°C). Tempelkan tanda “Dilarang Merokok atau Nyala inkompatibilitas Terbuka” pada penyimpanan dan area penggunaan. Tidak boleh ada sumber ignisi. Pisahkan pak dan lindungi dari potensi kerusakan kebakaran dan/atau ledakan sesuai dengan kode dan persyaratan yang sesuai (seperti NFPA 30, NFPA 55, NFPA 70, dan/atau NFPA 221 di AS) atau sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Authority Having Jurisdiction (AHJ). 8. KONTROL PAPARAN ATAU PERLINDUNGAN DIRI Parameter pengendalian Batas paparan : TWA 500 ppm Indikator pajanan biologis Data tidak tersedia. Pengendalian teknik yang Penilaian risiko sebaiknya dilakukan dan sesuai didokumentasikan pada setiap area kerja untuk menilai risiko terkait penggunaan produk dan untuk memilih APD yang sesuai dengan risiko relevan. Rekomendasi berikut 8. KONTROL PAPARAN ATAU PERLINDUNGAN DIRI sebaiknya dipertimbangkan. Sistem di bawah tekanan sebaiknya secara rutin dicek untuk kebocoran. Jaga konsentrasi di bawah Nilai Ambang Batas. Detektor gas sebaiknya digunakan ketika jumlah gas atau uap mudah menyala mungkin terlepas. Sediakan ventilasi general atau lokal yang memadai. Material tidak diklasifikasikan sebagai bahaya kesehatan pada manusia atau untuk efek lingkungan dan tdak PBT atau vPvB sehingga tidak dibutuhkan penilaian pajanan atau karakterisasi risiko. Untuk pekerjaan dimana intervensi pekerja dibutuhkan, material harus ditangani sesuai dengan higiene industri dan prosedur keselamatan yang baik. Pertimbangan sistem izin kerja, misalnya pada aktivitas pemeliharaan. Produk ditangani pada sistem tertutup. Tindakan pengendalian diri, termasuk alat pelindung diri  Perlindungan mata dan Kacamata pelindung direkomendasikan jika terdapat wajah kemungkinan percikan atau semprotan.  Perlindungan kulit Sarung tangan yang terbuat dari nitril, neopren, atau PVC direkomendasikan. Jika terdapat potensi pajanan signifikan terhadap cairan, gunakan pakaian pelindung seluruh badan dan chemical boot.  Perlindungan pernapasan Ketika kondisi tempat kerja memerlukan penggunaan respirator, ikuti program perlindungan pernapasan sesuai dengan OSHA 29 CFR 1910.134, ANSI Z88.2, atau MSHA 30 CFR 72.710 (jika dapat diaplikasikan). Gunakan air- supplied atau air-purifying cartridge jika tingkat tindakan melebihi. Pastikan respirator memiliki faktor perlindungan yang sesuai untuk tingkat pajanan. Jika cartridge tipe respirator digunakan, cartridge harus sesuai dengan pajanan bahan kimia (misalnya organic vapor cartridge). Untuk kedaruratan atau kejadian dengan tingkat pajanan yang tidak diketahui, gunakan self- contained breathing apparatus (SCBA). Tindakan higienis Cuci tangan saat istirahat dan setelah bekerja. Tidak makan dan minum saat menggunakan produk. Tidak merokok saat menggunakan produk. 9. SIFAT FISIK DAN KIMIA Karakteristik Hasil Uji Organoleptik (bentuk fisik, warna, dll) Gas, tidak berwarna Bau Sedikit manis Ambang bau Subjektif dan tidak memadai 9. SIFAT FISIK DAN KIMIA Karakteristik Hasil Uji untuk memperingatkan paparan berlebih. pH Tidak berlaku. Titik lebur/titik beku -185.25 °C (-301.45°F) Titik didih/ rentang didih -47.72 °C (-53.9°F) Sifat mudah menyala Sangat mudah menyala Titik nyala -107.8 °C (-162°F) Laju penguapan Data tidak tersedia Nilai batas flamabilitas terendah/tertinggi dan batas : 2 - 11.1 ledakan 10.2 bar (132.81 psig) @70°F Tekanan uap (21.1 °C) Rapat (densitas) uap 0.52 – 0.53 g/cm3 Kerapatan (densitas) relatif 0.5226 Kelarutan  Kelarutan dalam air : 384 mg/l  Kelarutan dalam pelarut lain Data tidak tersedia Koefisien partisi (n-oktanol/air) 1.77 pada 20 °C* Suhu dapat membakar sendiri (auto-ignition : 455 °C (851°F) pada 101.3 temperature) kPa* Suhu penguraian Data tidak tersedia Kekentalan (viskositas) Data tidak tersedia *Data mengacu pada ECHA Europe 10. STABILITAS DAN REAKTIVITAS Reaktivitas Polimerisasi bahan berbahaya tidak terbentuk. Stabilitas Kimia Stabil pada kondisi normal. Reaksi berbahaya yang Dapat membentuk campuran eksplosif dengan udara. mungkin di bawah kondisi Dapat bereaksi hebat dengan oksidan. spesifik atau khusus Kondisi yang harus dihindari Jauhkan dari panas/percikan/api terbuka/permukaan panas. – Dilarang merokok. Material yang tidak Agen pengoksidasi. Asam. Halogen. kompatibel Produk berbahaya hasil Dekomposisi termal atau pembakaran dapat dekomposisi menghasilkan karbon monoksida, karbon dioksida, dan hidrogen. Proses pengelasan dan pemotongan dapat mmbentuk produk reaksi seperti karbon monoksida dan karbon dioksida. Produk dekomposisi lain pada operasi normal berasal dari penguapan, reaksi, atau oksidasi pada material yang sedang dikerjakan. 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI Uraian lengkap dan komprehensif tentang efek toksikologi/kesehatan  Toksisitas akut Inhalasi: LC50 (4 jam) >20 mg/l (tikus). Ingesti: Tidak dipertimbangkan rute pajanan potensial.  Korosi/iritasi kulit Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak menyebabkan iritasi kulit. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Kerusakan atau iritasi Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak menyebabkan serius pada mata kerusakan atau iritasi serius pada mata. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Sensitisasi saluran Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak menimbulkan pernapasan/kulit sensitisasi pada saluran pernapasan atau kulit. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Mutagenitas pada sel Data tidak tersedia. Diperkirakan bukan mutagen pada sel nutfah nutfah. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Karsinogenisitas Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak menyebabkan kanker. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Toksisitas terhadap Data tidak tersedia. Diperkirakan bersifat toksikan reproduksi terhadap reproduksi. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Toksisitas pada organ Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak menyebabkan sasaran spesifik setelah toksisitas pada organ sasaran spesifik setelah paparan paparan tunggal tunggal. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Toksisitas pada organ Data tidak tersedia. Diperkirakan tidak toksik pada organ sasaran spesifik setelah sasaran spesifik setelah paparan berulang. Pernyataan ini paparan berulang berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi.  Bahaya Aspirasi Data tidak tersedia. Diperkirakan bukan bahaya aspirasi. Pernyataan ini berasal dari senyawa atau produk yang memiliki kemiripan struktur atau komposisi. Informasi tentang rute paparan Terhirup dan kontak mata. Kumpulan gejala yang berkaitan Data tidak tersedia. Belum ada pemeriksaan lebih lanjut. dengan sifat fisik, kimia dan toksikologi Efek akut, tertunda, dan kronik Data tidak tersedia. Belum ada pemeriksaan lebih lanjut. dari paparan jangka pendek dan jangka panjang Ukuran numerik tingkat toksisitas Data tidak tersedia. Belum ada pemeriksaan lebih lanjut. Efek interaktif Data tidak tersedia. Belum ada pemeriksaan lebih lanjut. 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI Jika data bahan kimia secara Data tidak tersedia. Belum ada pemeriksaan lebih lanjut. spesifik tidak tersedia

SDS Library

Move your SDS library online today

Check Icon
Setup – Easy setup with our database of 16 million+ SDSs
Check Icon
Up-to-date – Your SDS get updated to latest versions.
Check Icon
Employee access – Tablets, Smartphones, or link from Corporate Intranet
Check Icon
Safety – One-click access to first aid information.
Check Icon
Labels – Generate Secondary Container Labels with just one click.